Protes tambang pasir besi KP, aktivis mogok makan dilarikan ke RS

JOGJA–Sumanto, 42, salah satu aktivis yang melakukan aksi mogok makan di depan gedung DPRD DIY menolak tambang pasir besi Kulonprogo, Selasa (27/9) dilarikan ke RS setelah tak makan selama tujuh hari.

Sumanto yang juga salah satu Koordinator Lapangan (Korlap) Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Kulonprogo itu dilarikan ke RS PKU Muhamadiyah setelah sejak kemarin mengeluh sesak nafas. Sumanto dilarikan ke RS dengan mobil ambulan dengan kondisi tak sadarkan diri.

Koordinator Umum aksi mogok makan, Agus Bintoro kepada wartawan mengatakan, Sumanto sejak Senin (26/9) kemarin sudah mengeluh sesak nafas. Hingga malam sakit yang dirasakan menurutnya semakin bertambah. “Pertama sesak nafas di dada, kemudian perut yang sakit karena lambung,”terang Agus. Namun saat disarankan dibawa ke RS, Sumanto menolak, hingga esok harinya kondisnya bertambah parah dan terpaksa dilarikan ke RS.

Sebelumnya pada Senin (26/9) pagi sudah ada dokter dari Dinas Kesehatan yang memeriksa kondisi sejumlah aktivis yang melakukan aksi mogok makan tersebut. Dokter kala itu menyarankan agar para aktivis menghentikan aksinya dan segera ke RS. Namun kata Agus, dokter hanya menyarakan saja tak memberi rujukan.

Agus menilai, Dinas Kesehatan dan DPRD DIY lepas tangan terhadap kondisi teman-temannya. Termasuk biaya pengobatan pun menurutnya harus kami tanggung sendiri. “Kami sudah bicara sama humas tapi sepertinya mereka lepas tangan, juga dengan salah satu pimpinan dewan katanya tidak ada anggaran untuk pengobatan mereka memang lepas tangan,”sesal Agus.

Ketua DPRD DIY, Youke Indra Agung sebelumnya mengaku tak mendapat surat pemberitahuan atau permohonan dari aktivis perihal aksi mereka, sehingga Dewan tak melakukan tindakan. Hal tersebut bertolak belakang dengan pernyataan Agus Bintoro yang mengaku pihaknya sudah melayangkan surat pemberitahuan ke salah satu wakil ketua DPRD.

Dengan tumbangnya Sumanto, saat ini masih ada empat lagi warga yang melakukan aksi mogok makannya. Rencananya, bakal ada tambahan relawan baru sebanyak empat orang dari masyarakat pesisir Kulonprogo. Para aktivis menyatakan baru akan menghentikan aksinya bila ada tanggapan serius dari pemerintah. Sebelumnya Senin kemarin tiga orang aktivis yakni Eka, 21, Fitriadi, 21, dan Subandri alias Bandrol, 22, drop. Ketiganya hanya dirawat di rumah masing-masing.(Harian Jogja/Bhekti Suryani)

Sumber : Harianjogja.com Selasa, 27 September 2011 | 15:24 WIB

Scroll to top