Pembukaan Pilot Project Pasir Besi Tak Jelas

Seputar Indonesia, Tuesday, 01 March 2011

KULONPROGO – Rencana pembukaan pilot project penambangan pasir besi milik PT Jogja Magasa Iron (JMI) hingga kini tidak ada kejelasan.

Sebelumnya, penambangan pasir besi itu dilakukan pada Kamis (24/2) lalu, namun rencana ini ditunda karena diprotes masyarakat setempat. Pilot project yang akan dibuka ini terletak di pesisir selatan Kulonprogo, tepatnya di Dukuh Trisik, Desa Banaran, Kecamatan Galur. Lokasi proyek bahkan ditutup paksa oleh warga pada 17 Desember 2010 lalu.Alasannya, aktivitas pilot project itu meresahkan warga. PT JMI selaku pemrakarsa penambangan telah mengirimkan surat kepada bupati meminta difasilitasi terkait pembukaan pilot project.

Surat dari JMI bernomor 008/PT JMI-JKT/II/ 2011 ini kemudian ditindaklanjuti bupati dengan mengelurkan surat kepada Kapolres Kulonprogo AKBP K Yani Sudarto untuk meminta jaminan pengamanan pembukaaan pasir besi, 24 Februari lalu. Namun usulan ini tidak diterima Kapolres, karena pada saat bersamaan ada persiapan pemindahan Markas Polres. “Belum tahu kapan (pilot project) akan dibuka lagi,”jelas Kapolres Kulonprogo AKBP K Yani Sudarto. Menurutnya,kapan pun Polres siap memfasilitasi pengamanan di lapangan. Sebab, sudah menjadi tugas,pokok dan fungsi kepolisian untuk memberikan pengamanan. Namun, pertimbangan masyarakat yang menolak juga harus diperhatikan.

Sehingga, tidak terjadi benturan antara warga, polisi,dan perusahaan.“Kita tunggu saja pemberitahuan dari mereka.” PT JMI selaku pemrakarsa penambangan, sampai saat ini belum bisa dikonfirmasi terkait rencana pembukaan pilot project pasir besi.Beberapa pejabat perusahaan itu yang dihubungi SINDO melalui telepon tidak satu pun yang bernada aktif. Bupati Kulonprogo Toyo Santoso Dipo mengatakan, pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada polisi sebagai penegak hukum untuk menjaga keamanan.Pemkab sudah banyak melaksanakan tindakan persuasif di masyarakat. “Itu (pengamanan) sudah tugas polisi,biarkan mereka yang bekerja,”kata Toyo.

Ketua Paguyuban Petani Lahan Pantai (PPLP) Supriyadi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan aksi apa pun terkait pembukaan pilot project. Namun, PPLP tetap berkomitmen menolak rencana penambangan pasir besi di pesisir Kulonprogo. kuntadi

Scroll to top