Gara-gara Tertipu 20 Warga Wonosari Kena Kredit Macet

Sumber : bernas Jogja
Jumat Pon, 4 Juni 2010
Gara-gara Tertipu
20 Warga Wonosari Kena Kredit Macet
JOGJA – sebanyak 20 orang warga Wonosari Gunungkidul merasa ditipu oleh oknum karyawan BRI Wonosari yang berprofesi sebagai account officer bernama Ferry serta tangan kanannya bernama Narno sebagai makelar. Karena kasus ini, rumah mereka diancam dilelang.
Rejendro, salah seorang perwakilan warga menjelaskan para warga terkena kredit macet karena ditipu. “Narno menawari pinjaman uang kepada para warga walau mereka tidak punya sertifikat atau izin usaha, karana rata-rata profesi mereka sebagai petani. Dia menjanjikan akan mengurus sertifikat dan izin usaha agar pinjaman yang mereka ajukan bisa turun,”tuturnya saat mengadu ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) DIY, Kamis (3/6).

Namun ternyata uang pinjaman yang diterima warga tidak sesuai dengan besaran uang yang dijanjikan. Sejumlah warga menerima uang yang lebih kecil karena dikukrangi jumlahnya. Bahkan sebagian ada yang ditukar mobil yang harganya jauh dibawah harga sesungguhnya. Üang pinjaman yang saya ajukan sebesar Rp. 21 Juta, tetapi uang yang turun Cuma Rp. 3 juta dan mobil yang harganya sebesar Rp. 12,5 juta. Kata Narno sisa uangnya untuk pengurusan administrasi, izin usaha dan sertifikat, karena saya belum punya sertifikat dan ijin usaha, “” aku salah seorang korban, Supar.
Dia menambahkan pada awal proses peminjaman, dia diminta untuk menerima mobil. Namun ternyata mobil yang dia terima dalam keadaan buruk, terbukti hanya dalam waktu lima bulan mobil tersebut sudah rusak.
Üang penjualan mobil itu habis saya pakai untuk ngangsur bunga pinjaman. Tetapi karena tidak punya uang lagi untuk mengangsur akhirnya macet, saya sudah tidak punya apa-apa lagi. Sejak tahun 1999 saya sudah tiga kali dapat surat pangilan dari KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang), isinya rumah saya akan dilelang,”jelasnya saya mendapat pinjaman uang pada tahun 1996.
Rata-rata warga mendapat pinjaman dari kedua orang tersebut pada tahun 1996/1997. sejak tahun 1999 para warga nulai mendapat surat lelang dari KPKNL.
Sementara Ferry dan Narno sendiri saat ini tidak diketahui keberadaanynya karena mereka sudah tidak tingal lagi di rumah mereka.
Kepada LBH DIY sendiri para warga meminta agar LBH DIY dapat membantu menyelesaikan kasus mereka dengan pemutihan pinjaman mereka. Sebab kredit macet yang mereka alamai karena penipuan.
Menyikapi aduan warga tersebut, Direktur LBH DIY, Irsyad Thamrin akan mengirimkan surat kepada BRI Yogyakarta dan BRI Wonosari mengajukan agar proses eksekusi rumah warga ditunda.
“Kami juga akan kirim surat ke Bank Indonesia dan mengadukan kasus ini ke Polda DIY, karena mereka terkena kasus penipuan,”tuturnya. (rat)
Scroll to top