Perkembangan Kelompok Milisi Sipil, Kekerasan, dan Ancaman Terhadap Perkembangan HAM di Yogyakarta

Aksi Pro-Demokrasi, 16 Juni 2016

Oleh: Tim LBH Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di bagian selatan Pulau Jawa, dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah dan Samudera Hindia. Provinsi yang memiliki luas 3.185,80 km2 ini terdiri atas satu kotamadya, dan empat kabupaten, 78 kecamatan, dan 438 desa/kelurahan. Menurut sensus penduduk 2015 memiliki populasi 3.679.176 jiwa dengan proporsi 1.824.729 laki-laki, dan 1.866.467 perempuan, serta memiliki kepadatan penduduk sebesar 1.115 jiwa per km2. 1 Continue reading Perkembangan Kelompok Milisi Sipil, Kekerasan, dan Ancaman Terhadap Perkembangan HAM di Yogyakarta

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

TAHTA UNTUK RAKJAT ATAU TAHTA UNTUK RAJA?

De Witt Pall atau Tugu Pall Putih merupakan salah satu ikon kota Yogyakarta yang juga merupakan lambang politik pecah belah zaman Pemerintahan Hindia Belanda.

Oleh: Tim LBH Yogyakarta

Yogyakarta akan selalu menjadi topik yang menarik untuk diperbincangkan. Terlebih setelah resmi menyandang gelar “keistimewaan” melalui Undang-Undang Nomor 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan D.I.Yogyakarta. Yogyakarta menjadi satu-satunya provinsi yang diberi hak istimewa, baik dalam menentukan pemimpin daerahnya (Gubernur) maupun dalam mengatur hal fundamental yaitu pertanahan. Menarik karena pengukuhan keistimewaan ternyata bukanlah sebagai manifestasi idiom “tahta untuk rakyat”. Hal yang selalu didengungkan sejak perdebatan tentang keistimewaan bergulir. Namun sebuah bom atom yang siap meledak dan memberangus kehidupan sebagian besar masyarakat yang tinggal di Yogyakarta. Continue reading TAHTA UNTUK RAKJAT ATAU TAHTA UNTUK RAJA?

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

Bandara Di Ruang Rawan Bencana

Oleh: Yogi Zul Fadhli

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sedang sibuk dengan urusan pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. Sarana transportasi udara yang kabarnyadiklaim bakalmembawa kesejahteraan bagi warga ini, akan berdiri persis di pinggir Pantai Selatan Pulau Jawa. Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa daerah sekitar pantai lebih dekat dengan resiko terkena bencana alam (tsunami). Jika demikian menarik dicermati, bagaimana model kebijakan penataan ruang yang dirancang oleh pemerintah sehingga bandara yang merupakan sarana transportasi publik justru hendak dibangun diatas ruang dengan resiko bencana? Continue reading Bandara Di Ruang Rawan Bencana

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

Pembangunan Bandara : Cerita Tentang Perjuangan Para Petani Perempuan dan Ancaman Penggusuran

Oleh: Nuresti Tristya Astarina

Puluhan wanita yang tergolong mulai dari anak-anak, remaja hingga ibu-ibu bergerombol di tepi Jalan Daendels pada Minggu (3/6/2016). Bertepatan dengan datangnya bulan Ramadhan serta panen raya di dusun Glagah, Temon, Kulon Progo, mereka membagikan sejumlah hasil bumi kepada setiap kendaraan yang melalui jalan. Terong, cabai, daun kangkung, oyong, dan sayuran lain yang dibuat paket-paket  sejak malam sebelumnya pun dibagi merata hingga tak bersisa. “Ini wujud sukur kami karena masih diberi kesempatan untuk menanam dan menikmati hasilnya,”ujar salah satu ibu. Continue reading Pembangunan Bandara : Cerita Tentang Perjuangan Para Petani Perempuan dan Ancaman Penggusuran

Share on FacebookTweet about this on TwitterShare on LinkedInShare on Google+

Bantuan Hukum Untuk Miskin dan Tertindas